Begitu menyukainya...
Aku tidak tahu seberapa dalam laut, dan apa yang ada didalamnya. Aku tidak tahu tapi aku menyukainya. Aneh. Apakah setiap menyukai sesuatu harus dengan alasan? Tidak kan. Sama seperti laut. Aku menyukaimu, dengan tanpa alasan. Meski dengan tanpa aku bisa mengerti apa jalan pikiranmu , dan apa isi hatimu.
Begitu aku menyukai laut, tapi tidak dengan berenang di laut.
Laut itu misterius. Ia diam. Tetapi ia bisa menenggelamkan. Lalu jika aku menyukainya mengapa aku harus berenang di laut dengan resiko tenggelam? Bahkan dengan melihatnya saja itu sudah cukup membuatku bahagia. Tapi kali ini tidak sama seperti laut. Aku menyukaimu dengan diam. Tetapi jika menyukaimu penuh dengan resiko, aku akan tetap selalu menyukaimu.
Tidak lelah untuk berkata aku menyukai laut. Berikut dengan ombaknya.
Ombak tidak pernah lelah untuk bersanding dengan laut. Dia slalu ada bersama dengan laut. Bahkan irama ombak sangat menenangkan! Tetapi ia tidak pernah lelah. Sama seperti ombak. Sejauh apapun kamu pergi, ingatlah bahwa aku adalah tempat untuk kembali. Lelah. Hey aku tidak sekuat ombak yang selalu tidak pernah merasa lelah. Tapi percayalah, aku akan berusaha.
Ketika aku memandang laut terkadang menjadi bahan olokan bahwa aku sedang menunggu. Yah. Aku menunggu kedatanganmu. I am waiting you. Always ❤